The Beauty of Insecurities : Cerita Bareng Vindy Ariella

April 7, 2021

It’s not about the look. Makna cantik lebih bicara mengenai apa yang ada di dalam diri. Caramu berpikir, merasakan, meresponi, lalu menuangkannya ke dalam kata dan tindakan. Tidak ketinggalan caramu memandang dirimu sendiri. Apakah kamu merasa cantik dan percaya diri? Atau sebaliknya.

The Beauty of Insecurity kali ini mengajak kamu berkenalan dengan sosok Vindy Ariella. Ia mengajarkan banyak hal mengenai isi diri seorang manusia. Vindy merupakan ketua dari Bipolar Care Indonesia, sekaligus juga penyintas bipolar.  

Melukis, menulis, dan mendengarkan musik menjadi salah satu cara baginya untuk terus pulih. Dimana ia dapat menuangkan pikiran dan perasaannya tanpa judgement apapun. Vindy terus berkarya sebagai seorang seniman. Kehidupannya menjadi sebuah kanvas dengan warna dan guratan yang mungkin tidak sempurna. Tetapi Ruhee yakini pasti menjadi inspirasi.

Mari berkenalan dengan sosok Vindy Ariella melalui wawancara virtual tim Ruhee di bawah ini.  

Halo, namaku Vindy Ariella. Aku adalah seorang seniman, serta ketua dan pendiri dari Bipolar Care Indonesia.

Makna insecurity di matamu.

Di saat seseorang masih belum menerima diri seutuhnya dan masih membandingkan dirinya dengan orang lain.

Ceritakan mengenai kondisi bipolar yang kamu alami.

Awalnya di tahun 2009 aku mengalami masalah keluarga yang cukup berat. Saat itu, aku merasa sedih berkepanjangan. Lalu tidak ada minat melakukan apapun, tidak ada energi, tidak bisa konsentrasi, pikirannya negatif terus, bahkan memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup. Kemudian aku menemui psikiater dan didiagnosa depresi. Sempat konsumsi obat selama empat bulan setelah itu reda.  

Akan tetapi, kemudian muncul masalah baru yang merupakan kebalikan dari depresi, yaitu manic atau peningkatan mood. Kemudian kembali ke psikiater dan didiagnosa bipolar. Sampai sekarang aku masih minum obat dan rutin kontrol.  

Apa saja gejala bipolar yang kamu alami?

Saat itu yang aku rasakan jelas adalah impulsive, belanja yang berlebihan, dan punya banyak energi sehingga merasa tidak perlu tidur. Aku juga jadi sensitif, irritable, produktif tapi tidak tahu apa yang dikerjakan. Memiliki banyak ide dan mudah terdistraksi.  

Titik masa terberat di hidupmu ketika kamu mencoba mengatasinya.

Selama bipolar aku sudah merasakan tantangan yang cukup berat. Misalnya, pendidikan dan pekerjaan yang terhambat dan merasakan mood swing ekstrem yang rasanya amat tidak nyaman. Selama itu, aku mengandalkan Mama sebagai “caregiver” utama. Mama yang selalu ada dalam suka duka. Di tahun 2019, Mama meninggal dunia.  

Itu guncangan terberat dalam hidupku. Sampai sekarang aku masih mencoba berdamai dan bangkit. Saat itu aku depresi, bahkan sempat dirawat di bangsal jiwa. Hari ini aku mendapat dukungan dari keluarga, sahabat-sahabat, para dokter dan mereka yang peduli terhadapku. Serta, aku jadi lebih spiritual untuk bangkit dan juga mulai bercerita kepada orang-orang yang aku percaya ketika dibutuhkan.

Apakah kondisi bipolarmu berujung ke perasaan insecure?

Aku pernah merasa insecure karena bipolar yang kualami. Aku minder dan meragukan diri “apakah aku bisa diterima di mata masyarakat?”  

Adakah sebuah momen tidak terlupakan dalam hidupmu yang akhirnya membuatmu dapat menerima diri dan bangkit?

Aku paling takut ditinggal Mama. Untuk meredakan ketakutan tersebut, aku menanamkan mindset bahwa jika sudah saatnya Mama pergi berarti Tuhan dapat kuatkan aku. Ternyata saat kejadian, mindset tersebut menjadi mantra tersendiri buatku untuk bertahan. Untuk itu, sampai sekarang aku berusaha menanamkan mindset positif meyakini bahwa Vindy bisa sukses dan sehat.  

Siapa sosok yang paling membantumu mengatasi kondisimu?

Awalnya aku mendapat support dari Mama. Setelah Mama meninggal, aku di-support oleh keluarga, para sahabat dan para dokter. Tetapi aku lebih banyak mengandalkan diri sendiri, karena aku sadar bahwa mereka tidak akan selamanya ada buat aku.  

Selain konsultasi psikis, adakah cara lain yang dirasa membantumu mengatasi kondisi bipolar?

Aku mencoba mendalami terapi seni. Jadi aku menggambar, melukis, menulis, dan juga mendengarkan musik.  

Ceritakan awal ketertarikanmu pada seni.

Awalnya aku melihat karya Vincent Van Gogh yang ‘Starry Night’, lalu setelah aku telusuri ternyata Van Gogh juga merupakan seorang bipolar. Dan aku berpikir mungkin aku bisa dong berkarya seperti beliau. Kemudian aku berkarya, ketagihan, dan ternyata bisa membantu proses terapiku.  

Gambarkan perasaan yang ada di dalam dirimu ketika kamu melukis dan menulis.

Saat berkarya aku merasa sangat lega. Aku dapat mengungkapkan isi pikiran dan perasaan dengan aman dan bebas, tanpa judgement apapun.

Ceritakan mengenai Bipolar Care Indonesia, serta bagaimana awalnya kamu menjadi bagian darinya?

Jadi di tahun 2013, aku bertemu dengan beberapa rekan sesama penyintas bipolar. Kami memiliki visi dan misi yang sama lalu mendirikan Bipolar Care Indonesia. Sampai sekarang masih aktif. Kami menyuguhkan edukasi, dukungan, dan sarana aktivitas bagi mereka yang menderita bipolar.

Siapa sosok paling “cantik” di hidupmu?

Yang paling cantik tentu Mama aku. Cantik luar dalam dan tidak ada yang bisa menggantikan Mama J  

Jika dirimu dideskripsikan sebagai warna.

Aku mendeskripsikan diriku sebagai warna ungu. Terkesan misterius dan merupakan gabungan dari dua warna yang kontras yaitu merah dan biru. Sama seperti hidupku yang berada di dua kutub, namun bisa melebur dan justru menciptakan warna baru.

Darimu untuk teman-teman Ruhee yang mengalami kondisi bipolar, depresi atau gangguan mental lainnya __________________________ (fill the blank)

Kenali gejala dan masalahmu, cari bantuan bila perlu, terima apapun itu dan kelola sebaik mungkin. Tetaplah percaya diri dan jaga agar terus memiliki harapan.  

Seorang wanita itu ‘cantik’ ketika ia ______________________ (fill the blank)

Bisa mengubah kegelisahan menjadi inspirasi untuk berkarya dan berbuat kebaikan.  

***

teks & wawancara : Ria Iskandar
artwork : Vindy Ariella

subscribe to
our news & promotions

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Call Center I (09.00-17.00) 081197101822

Call Center II (07.00-21.30) 081113014832

Call Center Makassar 081113018019

© Ruhee
Konsultasi via WhatsApp
Ruhee JakartaRuhee Makassar